Rabu, 18 Juni 2014

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS 1



Nama : Winda Novitasari
Kelas : 1EA17
NPM : 19213325
Tugas : Softskill 1
Dosen : Eka Ardhinie





Why English is important for management ?
Mengapa Bahasa Inggris Penting Untuk Jurusan Manajemen ?

Seberapa pentingkah Bahasa Inggris di kehidupan seorang mahasiswa ? Apakah seorang mahasiswa harus bisa menguasai bahasa inggris? Jawabannya adalah ya, penting. Mengapa penting ? untuk seorang mahasiswa, penguasaan bahasa inggris merupakan salah satu persyaratan untuk meraih gelar sarjana, kita semua pasti tahu dan pasti pernah ikut test TOEFL kan? Nah bagi mahasiswa juga diharuskan untuk test TOEFL dan kalau tidak salah sekarang minimal TOEFL nya harus 400 untuk dapat mengikuti sidang. Kalau dibawah score 400 maka si mahasiswa harus mengulang dan dengan terpaksa sidang pun juga harus di tunda. Sangat disayangkan sekali jika hal itu terjadi pada kita nanti. Bahasa inggris juga merupakan bahasa internasional yang banyak orang gunakan jika pergi ke luar negeri, jadi bahasa inggris merupakan bahasa asing yang sangat umum digunakan.
Sesuai dengan judul tulisan ini, saya akan mengutarakan tentang pentingnya bahasa inggris untuk jurusan manajemen. Di dalam jurusan manajemen terdapat mata kuliah yang di dalamnya banyak istilah-istilah yang menggunakan bahasa inggris, seperti misalnya mata kuliah akuntansi, dasar pemasaran, pengantar bisnis dan yang lainnya, rata-rata semuanya terselip istilah-istilah dalam bahasa inggris, jika kita menguasai bahasa inggris tentu akan mudah bagi kita memahami maksud dari istilah itu, tetapi jika sebaliknya, itu akan mempersulit kita untuk mempelajarinya.
 Lain hal nya dengan mata kuliah, penguasaan bahasa inggris yang baik juga sangat bermanfaat jika nanti setelah kita lulus dari jurusan manajemen. Banyak sekali pekerjaan yang menanti dari seorang sarjana ekonomi khususnya jurusan manajemen, satu dari sekian banyak pekerjaan itu adalah manajer. Semua orang pasti tau pekerjaan manajer, atau setidaknya pernah mendengar kata manajer.  Dalam pekerjaan seorang manajer, penguasaan bahasa asing itu sangat dibutuhkan, apalagi jika kita mempunyai jabatan sebagai seorang manajer hotel, restoran, bank dan tempat-tempat lain yang memungkinkan orang asing datang, tentu penguasaan bahasa asing yang baik sangat diperlukan untuk dapat berkomunikasi dengan orang asing tersebut.  Bayangkan saja, jika kita kelak menjadi seorang manajer dan disaat kita berhadapan dengan banyak orang asing, bahasa apa yang akan kita gunakan? Tentu saja bahasa asing yang umum digunakan, yaitu bahasa inggris.

Conclution :
The conclusion from the written is english is very important for student especially for management. Because, if we can mastering English language, we will not difficulties in studying english.  English is the most international language in priority, and english are also used in the business world. So, we should english study from now, so that we can keep up with the life is international.

Rabu, 29 Januari 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar 4 : Tulisan Tema Bebas 2



Cara Membangkitkan Motivasi Diri Itu: Jangan Cengeng



Saya sering mendapatkan email atau inbox di FB yang ceritanya ingin konsultasi. Polanya mirip-mirip, yaitu menggambarkan kondisi kesulitan yang dia hadapi kemudian dia meminta saran atau motivasi. Anehnya, saat saya berikan nasihat atau saran, banyak diantara mereka malah berkelit. Apa pun nasihat, dia akan meneruskan dengan kata tapi ….
Konon, mereka hanya ingin di dengarkan kesulitan dan kesedihannya. Jika ditanya apakah mereka ingin solusi, tentu saja. Namun yang mereka malah menunjukan rasa frustasi mereka. Apa pun nasihatnya, seolah tidak ada harapan untuk berhasil. Mereka berharap solusi, tetapi tidak mau nasihat.
Lalu, dari mana solusi akan datang? Seperti seorang bayi. Saat dia lapar atau haus atau celananya basah, akan menangis. Saat menangis maka kenyamanan itu akan datang. Tangan hangat akan datang, membelai, memberinya asi, menimang, dan mengganti pakaiannya yang basah.
Itu adalah cara bayi saat merasakan ketidaknyamanan, dia mengekspresikannya dengan tangis, bahkan tangis yang keras. Anehnya, cara ini masih digunakan oleh orang-orang dewasa. Mereka mengekspresikan rasa frustasi mereka sambil berharap ada keajaiban yang mengubah hidup mereka.
Ini namanya orang dewasa yang cengeng. Dia hanya bisa mengungkapkan rasa frustasi tapi tidak mau untuk bangkit. Tidak mau berusaha agar keluar dari kondisi yang tidak menyenangkan.

Tidak Sadar Menggunakan Teknik Kekanak-kanakan.

Masak sich masih seperti anak-anak? Ya, banyak sekali. Masalahnya adalah sering kali tidak disadari. Mungkin Anda salah satunya. Saat Anda hanya mengungkapkan kesedihan, kekecewaan, dan rasa frustasi Anda, merengek kepada orang lain, dan tanpa mau berusaha untuk bangkit, artinya Anda masih kekanak-kanakan.
Saat Anda berharap orang lain yang menyelesaikan masalah Anda. Saat Anda menolak semua nasihat yang mengharuskan Anda bertindak. Saat Anda hanya fokus mengeluh dan bersedih, berharap mendapatkan iba dan pertolongan dari orang lain, Anda masih kekanak-kanakan.
Artinya ada perasaan kalah, ada perasaan tidak berdaya, dan ada perasaan frustasi yang menguasai dirinya, bahkan sudah menjadi sebuah kebiasaan. Sementara, kebiasaan itu akan membentuk dirinya. Kebiasaan inilah yang membantu menciptakan gambaran tentang dirinya. Gambaran sebagai seorang pecundang, tidak berdaya, dan orang yang tidak mampu.

Ubahlah Perasaan Anda

Saat perasaan Anda negatif, semua hal akan negatif. Pikiran pun akan negatif, dan tindakan pun negatif. Entah apa alasannya, aneh jika mereka justru berharap yang positif. Jika Anda berharap yang positif, mulailah mengalihkan perasaan dan pikiran Anda menjadi positif. Saat pikiran Anda positif, maka motivasi diri Anda pun akan bangkit, bertindak, dan meraih hasil yang lebih baik.
Inilah cara membangkitkan motivasi diri dengan mengalola perasaan Anda. Terlepas apakah kondisi Anda saat ini sedang sedih, kecewa, atau terpuruk, ubahlah perasaan Anda menjadi positif. Perasaan positif tidak selalu harus gembira, namun perasaan yang penuh harap bahwa masa depan akan lebih baik. Perasaan optimis!

Perasaan Anda sangat dipengaruhi pandangan Anda. Saat Anda selalu memandang masa lalu yang penuh dengan kesedihan, maka perasaan pun akan ikut sedih. Saat Anda terus memikirkan ketidak mampuan Anda masa lalu, maka merasaan yang akan terbentuk adalah perasaan tidak berdaya dan frustasi.
Kondisi Anda saat ini ditentukan oleh apa yang Anda pikirkan dan rasa dimasa lalu. Sementara, masa depan akan ditentukan oleh perasaan, pikiran, dan tindakan Anda sekarang. Untuk itu ubahkan perasaan Anda saat ini. Sekarang juga, agar masa depan Anda lebih baik.
Jika pikiran Anda terus terfokus pada keburukan, maka tindakan Anda pun akan buruk, dan tidak akan pernah berubah. Untuk itu, alihkan pikiran Anda kepada yang baik-baik saja. Boleh mengingat masa lalu, tapi ingatlah keberhasilan Anda. Kemudian, miliki harapan positif tentang masa depan dengan tekad Anda saat ini.
  • Bersihkan Pikiran Anda Dari Pikiran-Pikiran Negatif.  Caranya adalah dengan memenuhinya dengan pikiran positif, agar emosi Anda menjadi positif, dan tindakan Anda pun akan menjadi positif. Saat pikiran negatif sudah hilang, maka akan terbuka tabir yang selama ini menutupi mata Anda melihat masa depan yang cerah.
  • Tingkatkan Kepercayaan Diri Anda. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Anda akan lebih optimis menghadapi masa depan. Anda akan lihat, bahwa sesungguhnya Anda itu mampu untuk hidup lebih baik, tidak terpenjara oleh perasaan tidak berdaya, karena sesungguhnya Anda itu memiliki daya (power) untuk bangkit. Dengan catatan, Anda mampu merasakan, melihat, dan memanfaatkan daya itu dengan kepercayaan diri yang mantap.
  • Saat pikiran Anda sudah optimis dan percaya diri, maka tetapkan tujuan hidup Anda. Dimulai dengan memantapkan visi Anda dimasa depan yang lebih baik.

Tugas Ilmu Budaya Dasar 4 : Tulisan Tema Bebas 1





Menjadi Idola Dengan Cara Instan



 




Pernahkah anda berkhayal  ataupun bermimpi menjadi seorang idola ? yang di setiap waktu selalu di kejar orang-orang yang mengaku dirinya sebagai fans ? atau yang setiap detik maupun menit tangan maupun wajah kita laris manis di kerubuti orang yang ingin minta foto atau sekedar tanda tangan ?   bagi kalian yang pernah, mungkin bisa sedikit mengetahui rasanya menjadi idola walau tidak dalam dunia nyata. Tapi, sebenarnya apa sih pengertian idola itu sendiri ? dan mengapa seseorang dapat di katakan sebagai idola ?

Apa sih yang dimaksud dengan idola ?
Idola adalah tokoh yang disorot banyak orang karena prestasinya yang baik dan membanggakan. Namun, tidak hanya itu saja,  Seorang idola juga tentu harus mempunyai sisi yang bisa dijadikan teladan karena  nilai positifnya yang menonjol. Saat ini, di dunia maya tentu banyak para tokoh yang dijadikan idola karena prestasinya itu sendiri.  jumlahnya pun tidak terhitung, bisa dilihat dari layar kaca televisi, setiap hari kita di suguhkan dengan berbagai  macam acara televisi yang di dalamya banyak para idola masyarakat  yang berkecimpung. Bahkan, dalam beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak  orang-orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang idola.

Cara instan untuk menjadi seorang idola
Bagi sebagian orang yang ingin menjadi idola tentunya banyak berbagai macam cara yang di lakukan, baik dengan cara yang instan maupun tidak. Dengan cara instan misalnya, kalian bisa mengikuti  ajang pemilihan bakat dan kontes kecantikan yang di adakan di stasiun televisi seperti Indonesia mencari bakat,Indonesia idol dan beberapa program lainnya, membuat sensasi di dunia maya dengan menggunakan blog pribadi, bahkan dengan cara yang tidak asing lagi dan mungkin lagi ngetren saat ini yakni dengan membuat video lipsing yang unik dan aneh maupun video suara asli kita yang di upload ke situs jejaring  youtube. Walaupun dengan cara yang satu ini dapat membuat rasa malu kita keluar dan bisa memakan waktu yang cukup lama untuk bisa mendapatkan perhatian publik tetapi, bukan tidak mungkin kita justru bisa mewujudkan impian  untuk menjadi idola keluaran youtube seperti yang lagi in sekarang.

Ada  idola tentu ada penggemar
Sudah menjadi idola tetapi tidak punya penggemar/fans, tentu rasanya seperti sayur tanpa garam. Karena salah satu tolak ukur apakah seseorang bisa dikatakan sebagai idola adalah dengan melihat apakah ada penggemar yang mengidolakan. Karena tidak bisa di pungkiri adanya penggemar bisa menjadi peran penting yang berpengaruh pada seseorang yang di idolakan, jika penggemar kita banyak tentu akan lebih lama kita bertahan berada dalam popularitas dan begitu pula sebaliknya. Jadi, percuma saja kalau kita banyak memiliki prestasi bagus dan sisi yang positif tetapi tidak punya penggemar,Karena dimana ada idola disitu pasti ada penggemar.

Nah, rasa keingintahuan kalian tentang serba-serbi idola mungkin udah cukup terbayar kan ? bagi kalian sebagai generasi muda bangsa, ga ada salahnya kok berangan-angan ingin menjadi idola, toh menjadi idola itu menyenangkan lho.

Minggu, 01 Desember 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar 3 : Tulisan Tema Bebas



Individu Dengan Beragam Kepribadian



Tuhan menciptakan umat-Nya dengan segala macam bentuk serta rupa yang berbeda. Dari mulai fisik, sifat, kepribadian hingga yang lainnya. Perbedaan itu ada untuk dapat membedakan antara makhluk yang satu dengan makhluk yang lainnya. Jika saja semua makhluk memiliki bentuk serta wujud yang sama tanpa adanya cirri yang berbeda, pasti akan susah untuk dikenali. Karena itu, pada artikel ini, saya akan membahas mengenai kepribadian manusia yang beragam.
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Disamping itu, dalam kehidupan sehari-hari, kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.
Berbagai penelitian awal mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku individu seseorang. Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut. Karakteristik-karakteristik tersebut jika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian. Sifat kepribadian menjadi suatu hal yang mendapat perhatian cukup besar karena para peneliti telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan, menyesuaikan bidang pekerjaan dengan individu, dan memandu keputusan pengembangan karier.
Pada umumnya, penentu kebribadian seorang individu ada pada 2 faktor, yaitu factor genetic (keturunan) dan factor lingkungan. Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi. Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu, rasa takut, dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan.  Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut.
Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Misalnya, orang-orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan, dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melalui buku, sistem sekolah, keluarga, dan teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier.
Dari penjelasan singkat di atas, kita bisa mengetahui bahwa kebribadian seorang individu berbeda satu dengan yang lainnya, hal itu juga bisa merupakan cirri tersendiri bagi seorang individu. Dan factor genetic maupun factor lingkungan ternyata sama besar peranannya dalam menentukan kepribadian seseorang.